Manado, Sebarnews.com – Sulawesi Utara diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WITA. Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa berpusat pada koordinat 5,69° LU dan 125,05° BT atau sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 105 kilometer.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud guna memantau dampak yang ditimbulkan akibat gempa.
Hasil pemantauan sementara menunjukkan guncangan dirasakan di hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara dan masyarakat sempat melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang dianggap aman. Sejumlah laporan awal dari wilayah kepulauan menyebutkan adanya kerusakan pada bangunan rumah warga, fasilitas umum, serta tempat ibadah yang mengalami retak hingga rusak berat akibat guncangan gempa. Namun demikian, data kerusakan masih terus diverifikasi oleh instansi terkait di lapangan.
Basarnas Sulut bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan pendataan perkembangan situasi pascagempa guna memastikan kondisi masyarakat serta kesiapsiagaan apabila diperlukan tindakan kedaruratan dan operasi pencarian maupun pertolongan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, George Mercy Randang, mengimbau seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk tetap tenang, waspada, dan tidak panik menyikapi kejadian gempa bumi ini. Masyarakat juga diminta untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Sampai berita ini diturunkan, belum terdapat laporan korban jiwa akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara tersebut.
Di kota Manado dampak Gempa hanya terasa kecil, masyarakat Kota Manado beraktivitas seperti biasa sementara itu di Pulau Kawio Kabupaten Sangihe ada 74 rumah warga rusak ringan dan berat.
