Hari Anak Nasional 2026, Personel Biro SDM Polda Sulut Edukasi Pelajar SMAN 3 Manado tentang Bahaya Bullying dan Kesehatan Mental

Manado, Sebarnews.com – Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026, Bagian Psikologi Biro SDM Polda Sulawesi Utara menggelar kegiatan psikoedukasi bagi pelajar SMA Negeri 3 Manado, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 3 Manado ini diikuti sekitar 100 siswa dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang dampak bullying terhadap kesehatan mental anak dan remaja.

Kegiatan dipimpin oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda Sulut Kompol Margus didampingi Kasubbag Psipers Biro SDM Polda Sulut Pembina Nancy Mamontoh, bersama staf Bagian Psikologi Biro SDM Polda Sulut.

Para pelajar tampak antusias mengikuti seluruh materi yang disampaikan, terutama saat sesi diskusi dan berbagi pengalaman terkait kesehatan mental di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh pemahaman mengenai dampak negatif perundungan (bullying) terhadap kondisi psikologis anak dan remaja, sekaligus mendapatkan motivasi untuk membangun lingkungan pergaulan yang sehat, aman, dan saling menghargai.

Karo SDM Polda Sulut melalui Kabag Psikologi Kompol Margus mengatakan bahwa kegiatan psikoedukasi ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat secara mental dan berkarakter.

“Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi kita semua untuk memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Melalui psikoedukasi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya bullying serta pentingnya menjaga kesehatan mental, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujar Kompol Margus.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme pelajar dalam mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa isu kesehatan mental semakin mendapat perhatian di kalangan remaja.

“Karena itu, edukasi serupa akan terus didorong sebagai langkah preventif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan mendukung perkembangan peserta didik. Melalui psikoedukasi ini, kita harapkan mampu memperkuat ketahanan mental para pelajar dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *