Bolmong, Sebarnews.com – Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) hari ketujuh terhadap dua orang penambang yang tertimbun longsor material di lokasi PETI Bolingongot, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, resmi dihentikan pada Kamis (2/7) pukul 17.00 WITA.
Hingga pukul 16.30 WITA, Tim Rescue Pos SAR Kotamobagu bersama Tim SAR Gabungan masih belum berhasil menemukan satu korban yang masih dinyatakan hilang atas nama Baim (18), warga Bolaang Mongondow. Sebelumnya, satu korban lainnya, Alipu (18), warga Gorontalo, telah berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi bersama seluruh unsur SAR gabungan serta pihak keluarga, disepakati bahwa Operasi SAR dihentikan dan memasuki tahap pemantauan. Apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda keberadaan korban, maka Operasi SAR akan dibuka kembali.
Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, S.IP., M.A.P., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada
Unsur SAR yang terlibat :
- Tim pos SAR Kotamobagu
- T. Rescue Kotamobagu
- Kodim Bolmong
- Polres kotamobagu
- Tim K9 Polda Sulut
- Brimob Polres Bolmong
- BPBD Bolmong
- PT. BDL Bolmong
- Tim Rescue PT. Labuha Palu
- Masyarakat
- Keluarga korban
Serta seluruh unsur Instansi terkait dan Potensi yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan selama tujuh hari pelaksanaan operasi pencarian.
Beliau juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam, atas nama Basarnas Sulawesi Utara dan seluruh Tim SAR Gabungan, kepada keluarga Alipu, warga Gorontalo, yang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Selain itu, Basarnas Sulawesi Utara dan seluruh Tim SAR Gabungan juga menyampaikan rasa prihatin serta permohonan maaf kepada keluarga Baim, warga Bolaang Mongondow, karena hingga operasi SAR dihentikan korban belum berhasil ditemukan. Meski operasi telah ditutup sesuai prosedur setelah melalui evaluasi bersama, pemantauan akan terus dilakukan dan apabila terdapat informasi ataupun tanda-tanda keberadaan korban, Operasi SAR akan segera dibuka kembali. Harapan agar korban dapat segera ditemukan tetap menjadi doa seluruh Tim SAR Gabungan.
Seluruh personel dan peralatan SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan tetap dalam kondisi siaga apabila operasi pencarian kembali dilaksanakan.
